
Tifatul mengatakan kemungkinan Hidayat Nur Wahid akan diplot sebagai menteri koordinator. Ia tak menyebut persisnya di mana Hidayat akan berkantor. Yang pasti, kata Tifatul, "Tidak mungkin Menkopolhukam."
Posisi Hidayat tersebut, Tifatul melanjutkan, sudah dibicarakan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Masuknya Hidayat ke kabinet sebagai kompensasi dari gagalnya skenario awal mengusung Hidayat menjadi Ketua MPR.
Selain satu kursi untuk Hidayat, Tifatul melanjutkan, partainya juga mendapat sejumlah kursi lain. Namun ia enggan menyebut berapa pos yang akan diterima partainya dalam kabinet nanti. "Jumlah kursi sudah disepakati, tapi tidak etis menyebutkan," kata Tifatul.
Pos-pos kementerian yang pada kabinet lalu diisi kader partainya, kata Tifatul, akan berubah pada kabinet mendatang. Sekali lagi ia tak menyebutkan pos apa saja yang akan bergeser tersebut.
Dalam kesempatan tersebut Tifatul juga mengatakan pihaknya tak akan mempermasalahkan jika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono merangkul PDI Perjuangan atau Golkar ke dalam kabinet. "Kami serahkan pada SBY. Itu hak beliau," kata Tifatul.
.
Kata saya:
No comment lah :P
No comment lah :P
|