Showing posts with label education. Show all posts
Showing posts with label education. Show all posts

Saturday, January 2, 2010

Ditemukan Patung Ganesha di Kampus UII Yogyakarta


Kabar terbaru dari penemuan candi di Kampus Terpadu Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, telah ditemukan patung Ganesha dan batu Lingga Yoni. Patung Ganesha adalah simbol Dewa Pengetahuan. Berikut foto-fotonya.

.


Foto-foto









Kata saya:
Selamat... (y) (y) (y)
BTW, emangnya ITB udah pindah ke Yogyakarta ya? :p

Sumber: UII | Ilustrasi: UII
Read full story

Friday, November 13, 2009

Langkah Mundur, KPI Wacanakan Larangan Siaran Langsung Persidangan

Comments
Wacana Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk melarang siaran langsung persidangan di pengadilan dianggap sebagai langkah mundur, melawan arus sejarah dan membahayakan demokrasi di negeri ini. Masyarakat Indonesia dianggap mampu memilah dan menyaring informasi, jadi tidak diperlukan adanya pembatasan seperti ini.

"Usulan KPI agar ada larangan siaran langsung persidangan di DPR maupun pengadilan jelas merupakan langkah mundur (set back) dan membahayakan demokrasi," ujar Ketua Alumni Pascasarjana UI Imron Rosyadi Hamid kepada detikcom saat dihubungi melalui telepon, Jumat (13/11/2009).

Menurut Imron, saat ini masyarakat Indonesia merupakan masyarakat modern yang menginginkan keterbukaan dan transparansi. Ketika ada lembaga yang merestriksi siaran yang sifatnya untuk publik, hal ini menjadi tidak masuk akal.

"Itu diperlukan untuk menyalurkan common sense (akal) yang tersumbat. Kalau ada pembatasan, masyarakat akan diberi informasi yang tidak utuh," kata dia.

Dikatakan Imron, KPI harusnya mengetahui bahwa masyarakat Indonesia telah mampu memilah informasi. Dan pelarangan ini dianggap telah meremehkan masyarakat.

"Masyarakat kita bisa memilah mana info yang baik, mereka bisa menyaring. Jangan meng-underestimate masyarakat," ujarnya.

Imron juga menegaskan wacana pelarangan ini bisa menjadi ancaman bagi proses demokrasi di Indonesia. Ini menjadi kemunduran bagi jalannya reformasi di negeri ini.

"Ini merupakan ancaman terhadap demokrasi. Kita sudah susah-susah merangkai reformasi tapi malah terjadi kemunduran seperti ini," tegasnya.

"Kita kan tidak hidup di zaman prasejarah, kita hidup di era modern yang menginginkan keterbukaan. Usulan ini melawan arus sejarah," tandas Imron.


Pelarangan Siaran Langsung Melanggar KUHAP

Direktur Eksekutif Indonesia Legal Resources Center (ILRC) Uli Parulian Sihombing, mengatakan larangan menggelar siaran langsung persidangan melanggar ketentuan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

"Bila terdapat larangan siaran langsung persidangan, maka hal itu melanggar sejumlah pasal termasuk dalam KUHAP," kata Uli di Jakarta, Jumat (13/11).

Ia menjelaskan pasal 153 ayat (3) KUHAP menyatakan untuk keperluan pemeriksaan, hakim ketua sidang membuka sidang dan menyatakan terbuka untuk umum, kecuali dalam perkara mengenai kesusilaan atau terdakwanya anak-anak.

Berarti, ujar dia, sudah jelas bahwa semua sidang terbuka untuk umum dan bisa mendapatkan liputan media secara langsung kecuali dalam beberapa kasus. "Kasus yang tertutup adalah kasus terkait anak-anak dan tentang kesusilaan," ujarnya.

Untuk itu, Uli menyayangkan bila Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) benar-benar memutuskan untuk melarang siaran langsung persidangan terhadap semua kasus persidangan di Tanah Air.

Ia menyarankan agar pihak KPI benar-benar membaca secara detail berbagai jenis peraturan dan ketentuan yang terkait dengan jalannya persidangan di Indonesia.

Sebelumnya, Ketua KPI Sasa Djuarsa Senjaja di Gedung DPR di Jakarta, Rabu (11/11) mengatakan, pihaknya akan menata ulang liputan langsung stasiun televisi dari ruang sidang pengadilan.

Sasa mengatakan, hal itu karena liputan langsung stasiun televisi dari ruang sidang pengadilan dinilai KPI akan menimbulkan ekses yang bisa membahayakan banyak pihak.

.

Kata saya:
Mungkin kalo larangan per kasus boleh aja
Jangan digeneralisir buat semua persidangan :)

Sumber: Detik, Inilah | Ilustrasi: Detik
Read full story

Wednesday, October 14, 2009

Tips Melatih Kecerdasan Anak Sejak Dini

Comments
Mempunyai anak cerdas menjadi dambaan setiap orangtua dan keluarga. Agar anak Anda cerdas, perlu stimulan-stimulan perangsang kerja otak sejak dini. Psikiater anak dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Dr. dr. Tjhin Wiguna, SpKJ, mengatakan, stimulan bisa diberikan sejak bayi lahir.

"Rangsangan yang dilakukan harus dalam suasana bermain, terus menerus dan bervariasi," katanya dalam talkshow 'Bagaimana Membentuk Seorang Anak Yang Sehat, Cerdas, dan Berkualitas' di Jakarta, Sabtu, 10 Oktober 2009.

Rangsangan akan membantu pembentukan cabang-cabang sel otak dan melipatgandakan jumlah hubungan antarsel otak sehingga terbentuk sirkuit otak yang lebih kompleks, canggih, dan kuat. Pemberian stimulan bervariasi tergantung umur si anak.


Usia 0-3 bulan
Rangsangan yang bisa diberikan berupa rasa nyaman, aman, dan menyenangkan, seperti memeluk, menggendong, menatap mata bayi, mengajak tersenyum, membunyikan suara atau musik, menggerakkan benda berwarna mencolok, menggulingkan perlahan ke kanan dan ke kiri, serta memposisikannya tengkurap/ telentang.

Usia 3-6 bulan
Ajak bayi bermain cilukba, dan bercermin untuk melihat ekspresinya sendiri. Pada usia ini, mulailah melatih bayi untuk tengkurap, duduk, dan telentang sendiri.

Usia 6-9 bulan
Orangtua bisa mulai membiasakan memanggil nama si anak, berjabat tangan, bertepuk tangan, melatih berdiri dengan pegangan, dan membacakan dongeng.

Usia 9-12 bulan
Ajaklah si kecil untuk menirukan menyebut nama mama dan papanya. Ajarkan pula dia minum dari gelas, atau bermain menggelindingkan bola dan melatihnya belajar mengambil bola sendiri.

Usia 12-18 bulan
Ajarkan si kecil untuk mencorat-coret dengan pensil warna di kertas, menyusun kubus, balok, dan puzzle. Saatnya pula melatihnya berjalan tanpa pegangan, berjalan mundur, dan memanjat tangga.

Usia 18-24 bulan
Mulai ajak si kecil berdiskusi tentang gambar atau menunjuk bagian tubuh. Ajak bicara tentang kegiatan sehari-hari, dan latihan mencuci tangan.

Usia lebih 2 tahun
Pada usia ini anak sudah mulai disiapkan untuk aktivitas prasekolah. Ajar si kecil mengenal warna, menghitung benda, menyikat gigi, memakai baju sendiri, belajar ke toilet sendiri, dan semua hal yang melatih si kecil mandiri.

.

Kata saya:
Mudah-mudahan anak2 indonesia jadi anak2 yg cerdas dan sehat semuanya deh... :)

Sumber: VivaNews | Ilustrasi: VivaNews
Read full story

Monday, October 5, 2009

Seorang Gadis Cilik di Cina Bercita-cita Jadi Pejabat Korup

Comments
Pada hari pertama di tahun sekolah baru (1 September), Southern Metropolitan Daily, koran harian Guangzhou, mewawancarai beberapa anak sekolah dasar tentang cita-cita mereka. Salah satu di antara mereka memberitahukan wartawan bahwa impiannya adalah untuk “menjadi pejabat.” Sewaktu wartawan tersebut menanyakan jenis pejabat apa, dia menjawab kalau dia ingin “menjadi pejabat korup. Habis pejabat korup punya banyak barang bagus.”

Video rekaman wawancara ini sekarang telah beredar di YouTube, tapi muka sang gadis cilik sudah terlebih dahulu diburamkan.

Jawaban gadis cilik ini pun menjadi bahan diskusi banyak media Cina dan dunia blog. Ada yang berpendapat kalau itu hanyalah komentar anak kecil belaka, tetapi banyak yang berpendapat kalau jawaban itu merupakan pantulan kehidupan masyarakat Cina.


Video




Kata saya:
Anak hanya mengatakan apa adanya. Orang dewasa yg harus introspeksi :P

Sumber: GlobalVoices | Ilustrasi: YouTube
Read full story

Tuesday, September 15, 2009

Siswi di Belgia Dilarang Pakai Jilbab

Comments
Dewan Wilayah Flanders, Belgia, mulai pekan ini, menerapkan peraturan larangan menggunakan simbol keagamaan di sekolah dasar dan menengah. Sekolah diberi waktu setahun untuk menyosialisasikan larangan tersebut. Di antara pihak yang terkena imbas peraturan ini adalah pelajar berjilbab yang harus melepaskan identitas muslim sesampainya di sekolah.

Meski begitu, peraturan ini disambut gembira sekolah. Mereka mengklaim selama ini ada tekanan terhadap pelajar nonmuslim dan muslim tak berkerudung agar mau berkerudung. Namun hal ini dibantah sejumlah pihak. Menurut kelompok hak asasi manusia perempuan, Free Choice, keputusan itu dapat mengganggu kenyamanan siswa belajar. Siswa pun menjadi enggan bersosialisasi dan kemungkinan lebih memilih homeschooling atau program bersekolah di rumah.

Keputusan Dewan Wilayah Flanders ini mengingatkan pada sebuah peraturan di Prancis enam tahun silam. Peraturan tersebut melarang pelajar sekolah umum mengenakan simbol-simbol keagamaan seperti kerudung dan salib.


 
  
 



.

Kata saya:
Masih ada aja peraturan seperti itu ya? :(
Agama itu kan pegangan hidup,
jadi memang untuk dipraktekkan dalam seluruh aspek kehidupan,
bukan cuma buat di tempat ibadah atau rumah....

Read full story

Thursday, August 27, 2009

Undip Semarang Tidak Menerima Mahasiswa Baru Asal Malaysia

Comments
Ada sebuah berita yang cukup menarik yang dimuat di situs resmi salah satu perguruan tinggi negeri ternama di Indonesia, Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.

Di dalam sebuah kolom News bertajuk "Undip Fokus Pada Mahasiswa Dalam Negeri" dengan jelas disebutkan pada tahun ajaran 2009-2010 ini, Undip tidak menerima atau menolak mahasiswa baru asal Malaysia, sebagai sebuah wujud rasa nasionalisme, sekaligus untuk menjaga harkat dan martabat bangsa yang selama ini sering tidak dihargai oleh Malaysia.

Berikut ini adalah kutipannya.

Tuesday, 25 August 2009 09:44

Undip Fokus Pada Mahasiswa Dalam Negeri

Semarang, undip.ac.id Pada tahun penerimaan mahasiswa baru tahun ajaran 2009 Universitas Diponegoro Semarang tidak lagi menerima mahasiswa Malaysia

Hal tersebut disampaikan oleh Rektor Undip, Prof. Dr. dr. Susilo Wibowo, MS. Med, Sp. And pada saat menerima mahasiswa baru tahun ajaran 2009 di Undip Sport Stadium Tembalang pada 25 Agustus 2009. kebijakan tersebut sebagai salah satu bentuk nyata Undip pada upaya untuk menjaga harkat dan martabat bangsa yang selama ini sering tidak di hargai oleh Malaysia. Upaya untuk tidak menerima lagi mahasiswa Malaysia tersebut juga menjadi bentuk dan cara Undip mengekspresikan nasionalisme, selain itu juga disebabkan karena beberapa mahasiswa Malaysia yang belajar di Fakultas Kedikteran Undip ternyata tidak menunjukkan prestasi yang bagus.

Menurut Kahumas Undip, Agus Naryoso, pada upacara pembukaan rektor menegaskan bahwa kegembiraan dan kebanggaan bagi Undip menerima anak-anak bangsa yang berkualitas, memiliki kualitas yang bagus yang dapat masuk dan menjadi bagian dari keluarga besar Undip, komitmen dan tekad Undip untuk selalu memberikan layanan pendidikan yang sebaik-baiknya bagi mahasiswa sehingga dapat terus belajar meningkatkan dan mengembangkan prestasi. Berbagai fasilitas penunjang sudah disiapkan bagi mahasiswa baru Undip sehingga bisa belajar dengan nyaman dan baik. fasilitas tersebut adalah Rumah Susun Mahasiswa (Rusunawa) yang terdiri dari 4 Unit dimana setiap unitnya akan mampu menampung 252 mahasiswa sehingga secara keseluruhan 1.008 mahasiswa. pada tahun ajaran baru ini sudah siap ditempati 1 unit rusunawa. sementara pada tahun 2010 mahasiswa yang belajar di Undip juga akan mendapatkan jaminan kesehatan yang lebih baik dengan di bangunnya Rumah Sakit di Kampus Tembalang serta bendungan sebagai sarana rekreasi mahasiswa. sedangkan kampus sebagai trempat perkuliahan dari tahun ke tahun ke tahun terus dibenahi dan pada tahun 2010 Undip akan menjadi kampus terpadu dengan berpindahnya Fakultas Hukum, Ekonomi, ISIP, dan Ilmu Budaya ke kampus tembalang.

(dan seterusnya...)

Walaupun demikian, ketika disinggung tentang kerja sama yang sering dilakukan Undip dengan perguruan tinggi di Negeri Jiran (Malaysia) tersebut, sang rektor mengatakan, untuk kerja sama memang masih ada yang dilakukan. Namun, kata dia, kerja sama tersebut dilakukan untuk menyerap ilmu dan teknologi yang dimiliki untuk dimanfaatkan dan dikembangkan di Indonesia, berbeda dengan penerimaan mahasiswa.

Karena itu, untuk penerimaan mahasiswa yang berasal dari Malaysia, pihaknya memutuskan untuk tidak melakukannya lagi, setidaknya dapat dilihat dalam penerimaan mahasiswa baru pada tahun ini.

Sementara itu, Kepala Humas Undip, Agus Naryoso juga membenarkan hal tersebut.

"Dulu, mahasiswa Malaysia banyak yang belajar di FK Undip, namun untuk saat ini sudah tidak ada lagi mahasiswa baru dari Malaysia," katanya. "Kalau mahasiswa Malaysia yang sudah masuk sebelum tahun ini memang masih ada, dan mereka tetap diberi kesempatan untuk menyelesaikannya, namun mahasiswa baru tidak ada lagi," kata Agus.


Perkembangan Isu Klaim Tari Pendet oleh Malaysia

Sementara itu, mengenai isu klaim tari pendet oleh pihak Malaysia yang saat ini sedang hangat  dibicarakan, pihak-pihak terkait di sana terkesan saling 'lempar bola', seperti terlihat pada video berikut ini.


.

Kata saya:
Wow... sebuah keberanian tersendiri, sebuah lembaga resmi menyatakan penolakan seperti itu, yang mungkin saja bisa berakibat panjang.
Salut deh... :D

Read full story

Monday, August 17, 2009

Pelajar Indonesia Menjuarai Olimpiade Informatika 2009

Comments
Seperti pernah disampaikan sebelumnya, Indonesia memang tidak kekurangan orang-orang pintar. Banyak sudah berbagai kejuaraan dan kompetisi di bidang ilmu dan teknologi yang dimenangkan oleh putra-putri Indonesia di berbagai ajang internasional.

Tinggal bagaimana supaya aset-aset bangsa yang sangat berharga ini mendapat apresiasi dan perhatian serius dari pihak-pihak yang berkompeten agar mereka semakin berkembang dan dapat memberikan sumbangsihnya bagi kemajuan ilmu dan teknologi di Indonesia nantinya.

Berikut ini bukti terbaru potensi menonjol putra putri Indonesia. Tim Olimpiade Komputer Indonesia (TOKI) 2009 yang terdiri dari Angelina Veni Johanna (SMA 1 BPK Penabur, Jakarta), Reinardus Surya Pradhitya (SMA Kanisius, Jakarta), Risan (SMAN 1 Tangerang), dan Christanto Handojo (SMA Kanisius, Jakarta), berhasil memenangkan dua medali perak dan satu medali perunggu dari ajang International Olympiad in Informatics (IOI) 2009 di Plovdiv, Bulgaria.

Medali perak pertama diraih Angelina dengan skor 506, dan medali perak kedua atas nama Reinardus dengan skor 502. Sementara medali perunggu diperoleh atas nama Risan dengan skor 445. Sementara, Chirstanto dengan skor total 389, sayangnya masih belum beruntung untuk menambah jumlah medali yang dimenangkan Indonesia.

"Prestasi kami tahun ini menurun di bandingkan tahun lalu yang berhasil menyabet satu emas dan tiga perunggu," tutur Suryana Setiawan, Team Leader TOKI 2009, lewat email yang diterima detikINET, Senin (17/8/2009).

Meski prestasi tahun ini kalah mentereng dibanding yang diraih tahun lalu, namun tetap saja, apa yang telah diupayakan TOKI tahun ini menjadi kado yang sangat istimewa bagi Indonesia yang tengah merayakan hari jadinya ke-64.


Catat Rekor Baru

Suryana juga menambahkan, "ada catatan baru yang telah ditorehkan dan layak untuk dibanggakan, yaitu untuk pertama kalinya peserta putri kita berhasil mendapatkan medali. Itu pun langsung medali perak dengan skor terbaik di antara semua peserta Indonesia."

Prestasi ini sontak telah meruntuhkan dua mitos sekaligus: bahwa dunia TI (teknologi informasi) adalah identik dengan dunia laki-laki, dan sulitnya peserta putri untuk bisa lolos masuk ke dalam tim TOKI.

Ya, mudah-mudahan, prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi peserta putri lainnya untuk tidak kalah dari para peserta putra untuk berkiprah dalam bidang problem solving melalui programming komputer.

"Kuncinya, selama berusaha dengan keras dan ulet baik dalam belajar maupun dalam pertandingan, masalah gender tidak sepantasnya menjadi halangan," saran Suryana.


Inilah Sang Juara

Bagi Reinardus Surya Pradhitya, prestasi ini merupakan peningkatan dari prestasi tahun lalu, yaitu dari medali perunggu menjadi perak di tahun ini.

Siswa yang biasa disebut Adit ini, sebelumnya telah menargetkan emas. Namun di hari pertama ia tersandung pada soal yang seharusnya ia bisa kerjakan dengan baik sehingga kehilangan beberapa poin.

Di hari kedua, ia berhasil meningkatkan nilainya. Namun secara total masih jauh di bawah batas untuk medali emas.

Risan yang juga adalah pemenang medali perunggu tahun lalu, kembali harus mengulangi perolehannya di tahun ini dengan perunggu. Padahal, ia menargetkan hasil yang lebih baik.

Sementara Christian Handojo kurang mujur. Terpaut hanya beberapa poin --tidak sampai lima poin-- dari bawah batas bawah penerima perunggu.

Ia juga kehilangan beberapa poin di soal yang seharusnya ia bisa kerjakan. Namun, seperti biasanya dalam pertandingan tingkat dunia ini sedikit kesalahan yang dilakukan dapat berakibat sangat fatal.

Beberapa peserta negara lain yang tahun lalu berhasil mendapatkan emas, pun tahun ini harus turun hanya mendapatkan perak. Bahkan, ada di antaranya yang hanya perunggu, akibat kesalahan serupa yang dialami Christian.


Pelajar Asia Mendominasi

Absolute winner tahun ini diraih oleh Hennadzy Karatkevich, siswa dari Belarussia dengan skor 743. Namun secara umum, dalam IOI 2009 ini, siswa-siswi Asia telah mendominasi perolehan medali emas yaitu merebut 13 dari 26 medali emas yang disediakan.

Itu pun tanpa menghitung satu siswa dari Kanada dan satu dari Amerika Serikat (AS) yang notabene adalah juga siswa keturunan Asia. Emas terbanyak diraih China dan Korea, masing-masing tiga emas. Disusul Taiwan, Jepang, AS, Polandia, Romania, dan Belarusia yang masing-masing dua medali emas.

Jika membandingkan diri dengan negara-negara tersebut, hasil yang Indonesia peroleh masih terbilang kecil. Akan tetapi, hasil dua perak dan satu perunggu ini tetaplah patut dibanggakan karena bukan prestasi yang mudah diraih.

Banyak negara lain yang sudah maju namun gagal untuk bisa meraihnya. Misalnya, Australia dan Prancis. Kali ini masing-masing hanya mendapat tiga perunggu. Sementara, Inggris dan Selandia Baru cuma bawa dua perunggu. Beberapa negara lain bahkan pulang dengan tangan hampa.


Tahun Ini Lebih Sulit

Dari pembicaraan antara team leader,soal-soal IOI 2009 sudah semakin tinggi kualitasnya dibandingkan soal-soal beberapa tahun yang lalu yang menuntut kemampuan analisis yang prima dan tajam sebelum melakukan coding.

Tuntutan agar sekecil mungkin pengulangan pada soal-soal IOI menyebabkan munculnya soal-soal yang bersifat kombinasi dari aspek-aspek yang pernah ada. Soal-soal dengan teknik pemecahan yang sudah baku mulai ditinggalkan atau dianggap sebagai soal katagori mudah.

Mengomentari tentang sistem pembinaan nasional, Suryana berharap, di masa mendatang pembinaan nasional perlu disempurnakan lagi dengan cara meningkatkan pembinaan kemampuan analitis para peserta.

"Proses seleksi yang belum menjaring potensi-potensi intelektual, yaitu akar kemampuan analitis, secara optimal perlu disempurnakan. Termasuk pemerintah-pemerintah daerah yang kurang serius dalam memilih siswa terbaiknya perlu lebih diarahkan," tegasnya.

"Pembinaan di tingkat daerah perlu lebih digalakkan untuk mengatasi ketimpangan prestasi antara dearah yang dekat ke pusat dengan daerah semakin menjauh dari pusat," lugas Suryana di penghujung surat elektroniknya.

Seluruh rangkaian acara IOI 2009 yang berlangsung sejak 8 Agustus 2009 telah berakhir kemarin. Rombongan tim Indonesia dijadwalkan akan tiba kembali di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, Senin 17 Agustus 2009, malam.

.

Kata saya:
Nah, jangan sampai mereka nantinya dibajak oleh negara-negara luar, hanya karena tak mendapat apresiasi yang layak dari instansi terkait di Indonesia.

Sumber: detikInet | Ilustrasi: detikInet
Read full story

Ada Sekolah Terpaksa Gunakan WC Sebagai Tempat Belajar

Comments
Selain mendesak pemerintah melakukan pemerataan penempatan tenaga pengajar, beberapa anggota DPRD Provinsi Kalteng juga menjumpai para siswa SD di Kecamatan Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawarinngin Barat, terpaksa belajar di ruang WC.

"SD I Riam Durian, Kecamatan Kotawaringin Lama, mengalami kekurangan ruang kelas sehingga mempergunakan ruang WC sebagai tempat belajar untuk ruang kelas," kata Sekretaris Tim Reses Dapil III DPRD Provinsi Kalteng Kimin Erwan Subroto di Palangkaraya, Senin (17/8).

Para anggota DPRD tersebut menilai, temuan reses itu sangat memprihatinkan mengingat alokasi anggaran untuk bidang pendidikan di Kabupaten Kotawaringin Barat sejak APBD Tahun Anggaran 2007 sampai sekarang dialokasikan sebesar 20 persen. Terlebih lagi, Pemkab Kotawaringin Barat telah melaksanakan Program Sekolah Gratis dari tingkat TK sampai SLTA sejak 2007, yang hingga sekarang dinilai berjalan baik.

Kimin mengatakan, dana APBD Kotawaringin Barat untuk pendidikan sebagian masih dialokasikan untuk membantu siswa kurang mampu dengan besaran bervariasi. Setiap siswa kurang mampu di jenjang SLTP masing-masing mendapatkan Rp 10.000 per bulan atau Rp 120.000 per tahun, sedangkan untuk SLTA Rp 50.000 per bulan atau Rp 600.000 per siswa per tahun.

Sementara itu, terkait pelaksanaan operasional dana BOS di sekolah-sekolah, Kimin menilai telah berjalan dengan baik. Hal ini ditunjukkan dengan tidak adanya temuan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan anggaran oleh kepala sekolah sesuai laporan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Barat.

Kata saya:
Begitu parahnya. Coba bandingkan dengan pengeluaran peserta pemilu pada saat kampanye kemaren, berapa banyak uang keluar untuk iklan kampanye.
Beginikah yang disebut bangsa yang sudah merdeka???

Sumber: Kompas.com | Ilustrasi: Kompas.com
Read full story

Monday, August 3, 2009

Metode Hukuman Paling Efektif Untuk Anak-anak

Comments
Sebuah penelitian dari University of New Orleans, AS, menyimpulkan tiga hukuman untuk anak berikut ini adalah yang paling efektif dibandingkan dengan memukul, yaitu:
  1. Mendiamkan atau memberikan mereka waktu sendiri untuk merenungi kesalahannya. Setelah itu, baru ajak dia mengobrol menanyakan apa alasan si kecil berulah.
  2. Memberikan anak tugas rumah tambahan.
  3. Tidak memperbolehkan si kecil melakukan aktivitas favoritnya untuk sementara. Misalnya, tak diizinkan bermain internet dan menonton teve selama seminggu.
Kekesaran memang bukan solusi terbaik. Sebab, meski orang tua hanya sesekali memukul anak, tetap saja dapat membuat anak cenderung mudah stres dan tidak percaya diri.

"Hal terpenting adalah konsistensi. Memberikan hukuman fisik, bagi Anda mungkin cukup keras sehingga si kecil bisa menghentikan kenakalannya. Tapi, cara itu justru bisa menimbulkan masalah yang lebih besar. Lebih baik menggunakan tipe untuk mendisiplinkan anak dan fokus pada konsistensi," kata Dr. Paul Frick, salah satu pengajar dariUniversity of New Orleans, AS.

Pada penelitian ini, Dr. Frick dan tim peneliti mengamati dampak dari kekerasan fisik pada 98 anak. Dampaknya ternyata lebih banyak negatifnya. Pelajaran yang didapat anak justru, jika sedang marah pada seseorang, kita diperbolehkan untuk memukul.

"Kuncinya adalah memiliki beragam bentuk hukuman yang tergantung pada usia anak. Pada anak yang masih di bawah 5 tahun, lebih baik diberi hukuman dengan mendiamkannya. Sedangkan bagi anak yang berusia di atas lima tahun, akan lebih baik jika diberi hukuman tambahan tugas rumah dan tidak diizinkan melakukan aktivitas favorit si kecil untuk sementara. Tiga cara ini cukup efektif dan tanpa menyakiti anak-anak," ujar Frick yang hasil penelitian ini dimuat dalam 'Journal of Applied Developmental Psychology'.

Kata saya:
Bagaimana pun, anak adalah manusia
Tindakan tepat membuat anak bermartabat :D

Sumber: VivaNews
Read full story

Thursday, July 23, 2009

Indonesia Menang Olimpiade Fisika Ke-40 di Meksiko

Comments
Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI) berhasil mempertahankan medali emas dalam kejuaraan International Physics Olympiad (IPHO) ke-40 di Merida Yucatan Mexico pada 12-19 Juli 2009.

"Kami tidak menemukan kendala, karena soal tahun ini lebih mudah dibandingkan tahun lalu," ujar peraih medali emas IPHO ke-40 di Meksiko, Fernaldo Richtia Winnerdy, ketika tiba di Jakarta.

Ia mengatakan, kompetisi IPHO 2009 terdiri dari tiga soal teori yang memakan waktu selama lima jam pada tahap pertama perlombaan dan dua soal eksperimen yang juga memakan waktu selama lima jam pada tahap dua. Persentase soal 70% untuk tes teori dan 30% untuk tes praktikum.

Menurut dia, dalam ajang tersebut negara yang menjadi pesaing tim IPHO Indonesia, antara lain China, Thailand, dan India.

Sementara itu, Direktur Pembinaan SLTA, Dr. Sungkowo, mengatakan prestasi tim IPHO Indonesia tidak melorot karena masih bisa mempertahankan emas dan dari kelima peserta yang mewakili Indonesia pada ajang tersebut, semuanya meraih medali.

"Saya merasa cukup puas dan bangga karena tim IPHO Indonesia bisa mempertahankan medali emas dan semua peserta merebut medali," ujarnya.


Meski negara-negara peserta IPHO sempat diliputi perasaan was-was karena harus berkompetisi di negara Mexico yang diberitakan sebagai tempat permulaan pandemi flu babi (H1N1), akhirnya IPHO 2009 ke-40 berhasil dilaksanakan dengan diikuti 317 siswa dari 71 negara.

Kelima siswa Indonesia yang meraih medali, yaitu Fernaldo Richtia Winnerdy dari SMAK BPK Penabur, Gading Serpong, Banten meraih emas dengan nilai 38,40. Winson Tanputraman dari SMAK 1 BPK Penabur, Jakarta, meraih perak dengan nilai 32,6.

Selanjutnya, Dzuhri Radityo Utomo dari SMAN 1 Yogyakarta, meraih perak dengan nilai 30,00. Andri Pradana dari SMAK 1 BPK Penabur, Jakarta, meraih medali perak dengan nilai 25,45 dan Paul Zakaria Fajar Hanakata dari SMAN 1 Denpasar, Bali, meraih perunggu dengan nilai 21,75.


Kata saya:
Hebat...! Selamat ya, tunjukkan bahwa di Indonesia banyak orang pintarnya!

Sumber: Inilah.com

.
Read full story

Tuesday, July 7, 2009

UII Yogyakarta, Perguruan Tinggi Berpenjaminan Mutu Terbaik Di Indonesia

Comments
Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta menjadi perguruan tinggi dengan nilai penjaminan mutu internal terbaik di Indonesia versi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti).

"Status itu diperoleh UII setelah menjadi perguruan tinggi dengan nilai tertinggi dalam kategori perguruan tinggi yang memenuhi syarat untuk `site verification` dan `technical assistance`," kata Rektor UII Prof Dr Edy Suandi Hamid MEc di Yogyakarta, Senin.

Menurut dia, UII meraih nilai 477,5 atau yang tertinggi di antara 62 perguruan tinggi yang masuk kategori tersebut sebagaimana tertuang dalam dokumen hasil evaluasi sistem penjaminan mutu internal perguruan tinggi 2008 yang dikeluarkan Ditjen Dikti belum lama ini.

"Penjaminan mutu perguruan tinggi dalam kerangka Ditjen Dikti pada dasarnya terdiri atas penjaminan mutu internal dan penjaminan mutu eksternal," katanya.

Ia mengatakan, penjaminan mutu internal sebagai salah satu subsistem dari sistem penjaminan mutu perguruan tinggi (SPMPT) itu telah diimplementasikan oleh perguruan tinggi di Indonesia, sedangkan penjaminan mutu eksternal dinilai dari akreditasi.

"Penjaminan mutu internal itu selanjutnya perlu dievaluasi keberhasilannya dalam meningkatkan mutu perguruan tinggi secara berkelanjutan. Evaluasinya kemudian dilaksanakan oleh sebuah kelompok kerja di lingkungan Direktorat Akademik Ditjen Dikti," katanya.

Menurut dia, "desk evaluation" terhadap 387 instrumen evaluasi yang telah diisi dan dikembalikan oleh perguruan tinggi responden, menghasilkan enam perguruan tinggi yang dinilai tidak perlu melalui proses "site verification" dan "technical assistance", dengan berbagai pertimbangan.

"Selain itu, juga menghasilkan sebanyak 127 perguruan tinggi memenuhi syarat untuk dilakukan "site verification" dan "technical assistance". Dari proses itu UII kemudian menjadi perguruan tinggi dengan nilai evaluasi tertinggi," katanya.

Ia mengatakan, selain prestasi itu, penjaminan mutu UII yang pelaksanaannya dikelola Badan Penjaminan Mutu (BPM) UII juga menjadi pendamping bagi implementasi penjaminan mutu pada sejumlah perguruan tinggi di Indonesia.


Kata saya:
Wah, selamat ya, semoga bisa dipertahankan dan semakin ditingkatkan :D

Sumber: Yahoo News
Read full story

Wednesday, June 17, 2009

Robot Bandung Raih Emas di San Francisco

Comments
TEMPO Interaktif, Jakarta: Tim robotika Indonesia yang diwakili oleh tim DU-114 dan Next-116 dari Universitas Komputer Indonesia (Unikom) Bandung menyabet medali emas di acara Robogames 2009 di Fort Mason, San Francisco, Amrika Serikat.

Acara yang berlangsung pada 13-14 Juni 2009 itu , tim Unikom memenangi kategori Open Firefighting Autonomous Robot. Kategori ini memberi misi pada robot untuk menemukan dimana letak api, lalu mematikannya

“Kategori ini diikuti sembilan tim dari universitas dan komunitas robotika di Amerika dan Inggris serta dua tim dari Indonesia,” ujar pembimbing tim Yusrila Y Kerlooza dalam keterangan persnya yang diterima Tempo, Selasa (16/6). Dua tim dari Indonesia adalah tim DU-114 dan NEXT-116.

Menurut Yusrila, selain tim DU-114 yang memenangkan medali emas, tim NEXT-116 juga meraih perhatian dari pujian dari peserta karena penampilannya. Robot Next-116 merupakan satu-satunya tim yang menampilkan robot berkaki (walking robot) pada kategori yang sama.

Ini adalah pertamakalinya Indonesia mengikuti acara kompetisi yang sempat tercatat dalam Guinness Book of Records sebagai World’s Largest Robot Competition.

Kedua robot itu merupakan rancangan dua mahasiswa Unikom yakni Rodi Hartono dan Stevanus Akbar Alexander. Adapun nama robot DU-114 dan Next 116 diambil dari singkatan alamat kampus mereka, yaitu Jalan Dipati Ukur nomor 114 Bandung.

Kedua robot ini sebelumnya pernah bertarung dalam sejumlah kompetisi robot tingkat regional dan nasional. Hasilnya, kedua robot mini ini menyabet juara, antara lain Juara Satu Divisi Senior Beroda Kontes Robot Cerdas Indonesia 2007 dan Juara Satu Divisi Senior Berkaki Kontes Robot Cerdas Indonesia tahun lalu.

Bobot kedua robot itu hampir sama. DU-114 memiliki bobot 3,5 kilogram sedangkan Next 116 berbobot 30 kilogram. DU-114, yang memiliki panjang 29 centimeter dan lebar 21 centimeter dilengkapi roda sebagai alat penggeraknya. Adapun Next 116, robot sepanjang 30 centimeter dan lebar 24 centimeter itu, dilengkapi enam kaki di kedua sisi badannya.

RANA AKBARI FITRIAWAN


Sumber: TempoInteraktif.com

Read full story

Saturday, June 13, 2009

Perguruan Tinggi Negeri Di Indonesia Sepakat Tidak Menerima Mahasiswa Baru Asal Malaysia

Comments
JAKARTA, KOMPAS.com- Para rektor perguruan tinggi negeri (PTN) sepakat tidak menerima mahasiswa baru asal Malaysia pada Seleksi Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (SMPTN) tahun ajaran 2009 karena menilai sikap lembaga pendidikan tinggi di Malaysia merendahkan mahasiswa Indonesia.

Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Dr Herry Suhardiyanto MSc mengatakan, kesepakatan tersebut hanya untuk calon mahasiswa asal Malaysia yang akan mengikuti SMPTN saja, sedangkan melalui jalur lainnya tetap terbuka.

"Penolakan PTN di Indonesia karena kami saat ini belum siap menerimanya dan para rektor tengah mengkaji kembali," kata Herry Suhardiyanto, Jumat (12/6) malam.

Menurut dia, penolakan terhadap calon mahasiswa asal Malaysia tersebut tidak selamanya, tapi akan dievaluasi lagi untuk tahun ajaran berikutnya. Ketidaksiapan PTN di Indonesia, kata dia, antara lain karena sikap dari lembaga pendidikan tinggi di Malaysia yang dinilai merendahkan mutu pendidikan di Indonesia, khususnya Fakultas Kedokteran.

Mahasiswa kedokteran Indonesia yang akan melanjutkan pendidikan di Malaysia harus diseleksi atau tes lebih dulu melalui sebuah lembaga pendidikan. "Jika seleksi atau tes dari lembaga tersebut menyatakan mahasiswa kedokteran Indonesia tidak layak, maka tidak bisa melanjutkan pendidikan di Malaysia," katanya.

Menurut dia, karena itu para rektor PTN sepakat tidak menerima calon mahasiswa baru asal Malaysia melalui SMPTN tahun ajaran 2009, sedangkan melalui jalur lainnya tetap terbuka.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional (Dirjen Dikti Depdiknas) Fadli Jalal ketika dikonfirmasi hal ini mengatakan belum tahu karena belum menerima laporan. "Saya belum bisa memberikan pernyataan, tapi akan mengecek kabar ini ke forum rektor apakah benar argumen tersebut," katanya.

Kalau pun ada ketersinggungan dari para rektor PTN, kata dia, akan saya cek apa penyebabnya dan bagaimana persoalan sebenarnya. Informasi yang diterima, sebanyak 56 rektor PTN sepakat tidak menerima mahasiswa baru asal Malaysia pada tahun ajaran 2009.

Sumber: Kompas.com


Read full story
 

Subscribe

ZonS Hot News
Add to Technorati Favorites Join My Community at MyBloglog! News & Media Blogs - Blog Catalog Blog Directory

Followers

Statistics








zonsNews © 2009 | Business Ads Ready is Designed by Ipiet Supported by Tadpole's Notez