Showing posts with label health. Show all posts
Showing posts with label health. Show all posts

Saturday, December 12, 2009

RS Omni International Sepi Pasien



Bina Ratna, Direktur Utama RS Omni International
Direktur Rumah Sakit Omni Internasional, Bina Ratna tidak membantah ada penurunan jumlah pasien di rumah sakit tersebut. Namun dirinya yakin masih memiliki pelanggan setia yang tetap percaya dengan pelayanan rumah sakitnya.

Dalam jumpa pers yang digelar di Rumah Sakit Omni Internasional, Jumat 11 Desember 2009, Bina Ratna mengatakan, akan memaksimalkan pelayanan untuk memulihkan kepercayaan kepada masyarakat.

"Masih banyak pelanggan setia dan kami akan terus berupaya memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat," ujarnya.


RS Omni International
Sementara itu, Aryanto salah seorang pasien di rumah sakit itu mengatakan, meski banyak pemberitaan buruk mengenai pelayanan di Rumah Sakit Omni, dirinya tidak merasa khawatir.

"Saya masuk sejak 3 Desember dan berusaha tetap percaya. Buktinya ada perkembangan baik dari penyakit saya," ujarnya saat ditemui VIVAnews.

Aryanto adalah pasien pada bagian syaraf yang berani masuk ke rumah sakit tersebut karena mendapat rekomendasi dari temannya. Dia menginap di ruang General VIP dan sejak pertama masuk, dirinya telah menghabiskan biaya lebih dari seratus juta rupiah.

"Saya mendapat rekomendasi dari teman. Pelayanannya baik," ujarnya lagi.

Perseteruan antara RS Omni Internasional dan Prita Mulyasari yang kembali memanas memberikan pukulan telak bagi rumah sakit yang berlokasi di Kota Tangerang itu.

Rumah sakit itu makin ditinggalkan pasiennya karena dianggap memberikan pelayanan yang kurang baik bagi pasiennya.

Pantauan VIVAnews baru-baru ini, rumah sakit terlihat lengang. Tidak banyak kendaraan yang terparkir di halaman rumah sakit tersebut. Hanya tampak beberapa mobil berjejer di lahan parkir depan rumah sakit dan kendaraan roda dua di parkir basemen.

Hari ini, Direktur Rumah Sakit Omni Internasional Tangerang, Bina Ratna, menyatakan ingin berdamai dengan Prita Mulyasari. Mereka mencabut gugatan perdatanya serta menghapuskan kewajiban Prita membayar denda ganti rugi.

.

Kata saya:
Bisnis itu pelayanan, bukan begitu bozz...? Apalagi rumah sakit... :P

Sumber: Vivanews | Ilustrasi: Vivanews: , Okezone
Read full story

Monday, November 30, 2009

Belasan Bayi di Bekasi Positif HIV

Comments
Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Jawa Barat (Jabar) menyatakan sebanyak 18 anak Bawah Lima Tahun (balita) di wilayah setempat dinyatakan positif mengidap penyakit HIV.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Retni Yonti mengatakan data tersebut merupakan informasi terakhir yang didapat pihaknya melalui sejumlah Rumah Sakit (RS) di wilayah setempat.

"Mayoritas penularan penyakit tersebut di dapat pasien dari orang tuanya saat masih berada dalam kandungan. Sebagian lagi terdeteksi pada usia tiga tahun," katanya.

Gejala penyakit HIV pada balita, kata dia, dapat terlihat dari penyakit sering buar air besar dan tidak kunjung sembuh. Gejala awalnya adalah muntah dan buang air besar yang tidak sembuh-sembuh.

Ia meminta perhatian kaum ibu untuk mewaspadai jika ada balita yang memiliki gejala serupa. "Kaum ibu perlu mewaspadai gejala tersebut meski tidak mutlak merupakan penyakit HIV, guna antisipasi dini," ujarnya.

Dikatakan Retni, pasangan suami istri yang rentan penyakit HIV disarankan secara rutun memeriksakan dirinya ke RS guna pencegahan. Sementara bagi ibu hamil yang mengidap HIV, disarankan agar proses persalinan melalui operasi sesar agar bayi tidak tertular.

"Ini dilakukan untuk mengontrol penyebaran virus tersebut, karena penyakit ini tidak bisa disembuhkan. Namun bisa virusnya dihambat perkembanganya ke stadium lebih tinggi dengan cara memberi obat," ujarnya.

Terkait penyakit AIDS, kata dia, di Kota Bekasi terdapat sedikitnya 579 pasien dalam proses perawatan. Penderita umumnya tidak tahu bahwa dirinya mengidap virus tersebut dan bingung untuk berobat.

"Terbanyak mengidap HIV dari kalangan pemakai narkoba. Orang-orang yang beresiko seharusnya mau memeriksakan diri ke rumah sakit," katanya.

Kendati demikian, Retni mengakui progam penanganan HIV/AIDS belum sepenuhnya berjalan dengan baik akibat terbatasnya klinik layanan HIV/AIDS di Kota Bekasi.

Beberapa rumah sakit, klinik atau Puskesmas yang menangani HIV/AIDS, kata dia, diantaranya Klinik VCT, RSUD Kota Bekasi, RS Ananda, Puskesmas Pondok Gede, klinik Mitra Sehati, Puskesmas Jatiasih, Puskesmas Bintara Jaya dan Puskesmas Rawa Lumbu.

Secara terpisah, Direktur Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Mitra Sehati, Novan Andri Purwansjah mencatat adanya kecenderungan peningkatan pasien HIV/AIDS di wilayah setempat sebesar 10 persen per tahun.

"Jumlah tersebut hingga kini telah menempatkan Kota Bekasi, berada pada peringkat ke dua se Jawa Barat, sebagai wilayah penderita HIV/ADIS tertinggi," katanya.

Kasus penularan tertinggi diakibatkan oleh pengguna jarum suntik (Penasun) di kalangan anak muda. "Sebanyak 80 persen disebabkan oleh penggunaan jarum suntik, lainnya pengaruh seks bebas," ujarnya.

.

Kata saya:
Bayi yang nggak tau apa-apa pun jadi ikut kena akibatnya :(

Sumber: Antara | Ilustrasi: Beamicrobkidnow
Read full story

Tuesday, November 24, 2009

Terlahir Kembali Setelah Koma 23 Tahun

Comments

Houben berkomunikasi dengan alat khusus
Seorang laki-laki Belgia yang disangka berada dalam kondisi koma selama 23 tahun menyampaikan kegembiraannya setelah para dokter menyadari bahwa ia sebenarnya selama ini dalam keadaan sadar.

Staf medis di sebuah rumah sakit mengira orang itu, Rom Houben, dalam kondisi koma setelah mengalami kecelakaan mobil, tetapi dia sebenarnya lumpuh total dan tidak mampu berkomunikasi.

Kondisi dia yang sebenarnya akhirnya diketahui oleh sejumlah neurolog atau ahli syaraf dengan menggunakan sebuah alat pemeriksa otak yang baru.

Dengan berkomunikasi lewat sebuah komputer yang diadaptasi khusus baginya, Houben mengatakan dia merasa seperti dilahirkan kembali.

Seorang yang optimistis

Ibunya, Fina Houben kepada BBC mengatakan selama ini dia selalu percaya kalau anak lelakinya bisa berkomunikasi. "Dia tidak putus asa dia seorang yang optimistis," katanya. "Dia ingin mendapatkan kehidupan yang dia inginkan".

Wartawan BBC di Belgia Dominic Hughes mengatakan, kasus ini mengungkapkan isu kalau banyak orang lain yang diyakini dalam keadaan koma ternyata hanya terjebak didalam tubuh mereka, putus asa untuk mencoba berkomunikasi.

Cerita Houben mengemuka setelah sebuah artikel seorang dokter di Universitas Liege Steven Laurey di sebuah koran menulis tentang detil kasus ini.

Di dalam tulisan itu, Laurey mengatakan di dalam sekitar 40% kasus dimana orang dinyatakan dalam keadaan koma, pemeriksaan yang lebih mendalam akan mengungkap tanda-tanda kesadaran.

.

Kata saya:
Kasian juga, tapi salut atas semangatnya ;)

Sumber: BBC | Ilustrasi: BBC
Read full story

Thursday, November 12, 2009

Penis Buatan Bakal Hadir

Comments
Suatu hari nanti, jaringan penis buatan bisa ditumbuhkan pada organ vital pria. Kesimpulan ini didapat dari hasil studi eksperimen pada kelinci jantan.

Dalam studi tersebut, penis kelinci jantan yang mengalami disfungsi atau kerusakan bisa diperbaiki dengan penggantian jaringan penis buatan. Setelah jaringan tersebut tumbuh, organ vital kelinci jantan bisa bekerja dengan sempurna untuk menghasilkan keturunan.

"Tentu saja masih dibutuhkan studi lebih mendalam mengenai hal ini Namun hasil penelitian kami memberikan harapan bagi sebuah teknologi yang potensial untuk mengobati pasien yang membutuhkan operasi rekonstruksi penis," kata Direktur Wake Forest University Baptist Medical Center Institute, Anthony Atala, seperti dikutip dari LiveScience, Rabu (11/11/2009).

Metode yang digunakan pada kelinci sangat potensial digunakan untuk membantu pasien pria yang mengalami kerusakan pada organ vital atau meningkatkan fungsinya agar bekerja sempurna.

"Tujuan studi ini adalah menyediakan sebuah solusi bagi mereka yang membutuhkan jaringan ereksi penis untuk kepentingan medis." kata Atala.

Di masa depan, Atala dan timnya berharap agar para pasien yang mengalami cacat bawaan, kanker penis, cidera pada organ vital, atau kasus disfungsi ereksi lainnya akan mendapatkan keuntungan dari teknologi ini.

.

Kata saya:
Tapi gimana rasanya tu...? :P

Sumber: Okezone | Ilustrasi: SumberGambar
Read full story

Tuesday, October 13, 2009

Terlahir Hanya Punya Setengah Otak, Michelle Mack Bisa Hidup Normal

Comments
Kondisi Michelle Mack telah membalikkan pemahaman para ahli medis. Walaupun terlahir hanya memiliki setengah otak, Mack, seorang wanita asal Virginia, Amerika Serikat, dapat berbicara normal, lulus dari sekolah tinggi dan memiliki bakat luar biasa.

Pada usia 27 tahun, para dokter telah menyimpulkan bahwa ternyata sisi kanan otaknya bisa menjalin sendiri kemampuannya untuk menggantikan sisi sebelah kiri otaknya yang telah hilang fungsinya sejak masa pra-kelahiran. Memang, saat proses tersebut Mack mengalami masa-masa sulit ketika masih kanak-kanak dan remaja yang penuh dengan rasa frustrasi.

"Itu sangat sulit bagi saya," kata Mack. "Itu sangat sulit bagi saya tumbuh dewasa. Tidak ada yang tahu kebenaran tentang otak saya."

Orangtua Mack, Carol dan Wally, menyadari setelah kelahirannya bahwa ada sesuatu yang salah. Mereka juga mengaku kesulitan untuk mencari kelompok orang yang memiliki masalah yang sama sebagai tempat berdiskusi.

Namun akhirnya, sepuluh tahun yang lalu, Dr Yordania Grafman, Kepala Bagian Cognitive Neuroscience di National Institutes of Health, akhirnya berhasil mendiagnosis masalah.

Pemeriksaan MRI (Magnetic Resonance Imaging) mengungkapkan bahwa dia telah kehilangan hampir setengah dari sisi kiri otaknya. Walaupun Dr Grafman dan pihak keluarga sudah mengetahui adanya masalah, tetap saja mereka terkejut dengan kondisi yang terjadi pada tingkat kerusakan otak Mack.

"Kami terkejut melihat tingkat kerusakan pada otaknya, yang secara mendasar kerusakan itu telah mengambil sisi kiri otaknya," kata Grafman. "Ada struktur sangat dalam yang masih tersisa, tapi pada permukaan otaknya, cortex 95% telah hilang, begitu juga beberapa struktur lebih dalam, yaitu struktur yang mengontrol gerakan, perilaku dan kesadaran."

Jawaban satu-satunya tentang bagaimana Mack bisa bertahan dengan kondisi itu, kata Grafman, adalah bahwa otak Mack membangun sendiri jaringannya. Bagian otak yang masih tersisa mengambil alih beberapa fungsi dasar yang pada kondisi normal dilakukan oleh otak sebelah kiri, seperti berbicara dan membaca.

Saat ini Michelle Mack berusia 37 tahun dan tinggal bersama ayah ibunya. Dia bekerja di rumah melakukan data entri untuk gereja. Dia cukup mandiri, membayar sewa dan dapat melakukan sebagian besar pekerjaan rumah tangga. Dia menyadari bahwa dia memang tetap membutuhkan bantuan selama hidupnya, tapi dia juga ingin menegaskan bahwa dia bukanlah orang yang tak berdaya.

"Saya ingin melakukan hal ini sehingga orang-orang seperti produsen, fotografer dan penjaga keamanan dan polisi belajar tentang orang-orang seperti saya," katanya, "bahwa aku normal, tetapi memiliki kebutuhan khusus, dan bahwa ada banyak orang seperti saya, jadi bahwa mereka bisa lebih memahami."


Video




Kata saya:
Salut buat Michele Mack... mudah-mudahan bisa jadi inspirasi buat orang lain :)

Sumber: CNN | Ilustrasi: CNN
Read full story

Saturday, September 26, 2009

Heboh, Seorang Ibu Hamil Lagi Saat Masih Hamil

Comments
Kalangan ilmiah di Amerika Utara dibuat tertegun dengan berita bahwa seorang wanita di Arkansas bernama Julia Grovenburg hamil kedua kalinya saat dia masih dalam keadaan hamil hampir tiga minggu.

Kehamilan yang agak ajaib itu terlihat saat USG rutin untuk memeriksa kehamilan Julia Grovenburg, nama ibu yang hamil ganda tersebut. Hasilnya mengungkapkan bahwa bayi yang dikandungnya bukan hanya satu bayi, tapi dua, dengan janin yang pertama lebih berkembang daripada yang kedua, dan antara kedua janin tersebut terpisah rentang waktu hampir tiga minggu.

"(Ketika) dia bilang, 'dan bayi nomor dua telah mendapat detak jantung yang sehat,' - Aku langsung terkejut," kata Julia Grovenburg ketika diwawancarai oleh penyiar lokal KFSM-TV. "Kami merasa beruntung mempunyai sesuatu yang begitu langka dan, sampai saat ini, mereka (berdua) sangat sehat," katanya lagi.

Para dokter mencurigai Mrs Grovenburg telah mengalami "superfetation", sebuah kondisi sangat-sangat langka yang mempengaruhi hormon yang mengganggu jeda ovulasi selama kehamilan biasa, sehingga memungkinkan terjadinya kehamilan kedua.

Sementara itu, pasangan Grovenburg ini telah memberikan nama bagi bayi-bayi mereka yang belum lahir itu, Jillian dan Hudson. Kedua bayi diharapkan lahir ke dunia pada Desember mendatang.


Video




Kata saya:
Wow... kebesaran Tuhan...
Trus, nanti pas melahirkannya gimana ya?
2 kali melahirkan jarak 3 minggu kah...? :P

Sumber: The Tech Herald | Ilustrasi: The Tech Herald
Read full story

Saturday, September 12, 2009

Beberapa Mitos Tentang Rematik

Comments
Pernah dengar petuah atau wejangan atau nasihat supaya kita tidak mandi malam, karena katanya bisa menyebabkan rematik atau nyeri persendian? Anggapan itu sepertinya dipercaya banyak orang tentang kebenarannya.

Ternyata, itu adalah sebuah anggapan tak berdasar alias hanya mitos belaka, seperti yang dikatakan oleh Dr. Jony Sieman, SpKFR, Spesialis Rehabilitasi Medik dari RS Internasional Bintaro, bahwa secara medis mandi saat malam hari tidak menyebabkan nyeri pada persendian. Anggapan tersebut muncul dari pengalaman yang dialami masyarakat semata.

"Berangkat dari pengalaman orang, kalau terpapar dengan temperatur dingin rasa nyeri akan bertambah. Padahal tidak begitu," ujarnya disela Media Gathering, di RS. Internasional Bintaro, Kamis ( 10/9 ).

Dr. Jony merasa heran anggapan tersebut dapat berkembang di masyarakat. Pasalnya hingga saat ini belum ada penelitian yang mengatakan masyarakat yang tinggal di daerah kutub utara yang terkena nyeri tulang akibat temperatur yang dingin.

Ia mengatakan, nyeri pada tulang lebih disebabkan dengan gaya hidup seseorang, seperti seberapa sering berolahraga. Dan bagaimana ia menggunakan persendiannya.

Meski demikian, ujarnya, masyarakat mesti tetap memperhatikan kondisi badan saat mandi malam. Jika kondisi badan tidak dalam keadaan bagus, sebaiknya tidak mandi malam.

Ia menyarankan, saat mandi malam, perhatikan juga suhu air yang digunakan. Pasalnya, air yang terlalu dingin dapat menyebabkan penyempitan pada pembuluh darah. "Tak ada salahnya menggunakan air hangat jika suhu air terlalu dingin. Jangan terlalu ekstrim suhunya," terang dia.

Ia mengatakan, suhu air yang dapat diterima tubuh maksimal berbeda lima derajat celcius dengan suhu tubuh. "Suhu tubuh normal itu 36 derajat celcius, sehingga suhu air yang dapat diterima antara 29-30 derajat celcius," kata dia.



Mitos Seputar Rematik

Berikut ini adalah beberapa mitos seputar rematik beserta fakta sebenarnya (kutipan dari Kompas.com):

1. Rematik dan hawa dingin/malam hari.
Mitos:
Rematik disebabkan oleh cuaca dingin, seringnya mandi malam, terlalu sering mandi dan sering berada dalam ruangan dingin atau ber-AC. Mitos ini memang amat populer. Namun, tidak terbukti kebenarannya, karena secara patologis tidak ada kaitannya antara mitos tersebut dengan timbulnya penyakit rematik.
Fakta:
Air atau udara dingin akan menyebabkan kapsul sendi mengkerut. Hal ini tentunya bisa menambah rasa nyeri penderita rematik yang sendinya memang sudah sakit. Sebaiknya, penderita rematik memang mandi air hangat hingga mengurangi nyeri pada persendiannya.

2. Rematik dan makanan jeroan.
Mitos:
Rematik disebabkan oleh makanan seperti jeroan. Mitos ini juga banyak dipercaya oleh sebagian besar masyarakat.
Fakta:
Dari sekitar lebih dari 100 macam rematik, hanya satu yang berkaitan dengan makanan (jeroan), yaitu Artritis Gout/Pirai.

3. Rematik dan genetika.
Mitos:
Rematik disebabkan oleh faktor keturunan.
Fakta:
Meskipun mitos ini tidak seluruhnya salah, tapi masih tetap harus diluruskan. Tidak semua rematik diturunkan. Memang ada beberapa jenis rematik akibat faktor genetik.

4. Rematik dan antibiotika.
Mitos:
Rematik memerlukan antibiotika untuk mengatasi sendi yang bengkak.
Fakta:
Antibiotika hanya digunakan pada arthritis yang disebabkan oleh infeksi (Septik Artritis). Bila tidak infeksi, antibiotika tidak diperlukan. Antibiotika juga tidak diberikan secara rutin walaupun sendi terlihat membengkak dan merah.

5. Rematik dan wanita hamil.
Mitos:
Wanita hamil dan menyusui rawan terkena rematik.
Fakta:
Penelitian terbaru American College of Rheumatology di New Orleans, Louisiana, menyatakan bahwa wanita yang menyusui bayi mereka selama dua tahun atau lebih, kecil kemungkinannya terkena penyakit artritis rematoid dibandingkan wanita yang hanya menyusui bayi kurang dari tiga bulan.

.

Kata saya:
Mitos memang selalu aneh... :P

Sumber: Kompas.com | Ilustrasi: Kompas.com
Read full story

Saturday, September 5, 2009

Antibodi Virus HIV Berhasil Ditemukan

Comments
Beberapa peneliti di AS telah menemukan antibodi yang dapat mencegah virus HIV menggandakan diri di dalam tubuh dan mengakibatkan penyakit parah, demikian hasil satu studi baru.

Antibodi yang sangat menetralkan itu dapat menghalangi tindakan banyak rangkaian HIV, virus yang bertanggung jawab atas AIDS, kata studi itu --yang diselenggarakan oleh satu tim peneliti yang berpusat di Scripps Research Institute di La Jolla, Los Angeles.

Temuan tersebut, hasil dari hampir dua dasawarsa pencarian sia-sia bagi satu vaksin guna menanggulangi virus AIDS, dapat menjadi kunci bagi pengembangan satu vaksin, kata studi itu, yang disiarkan di dalam jurnal Science, Jumat.

Antibodi tersebut dapat berpotensi digunakan sebagai perawatan bagi perawatan pasien yang terinfeksi dan mengembangkan penyakit parah, kata para peneliti itu.

Antibodi itu mengincar satu bagian HIV yang selama ini tak dipertimbangkan oleh banyak peneliti yang berusaha menemukan vaksin. Sasaran antibodi itu adalah bagian virus yang relatif stabil yang tidak terlibat dalam mutasi luas sehingga membuat HIV mampu meloloskan diri dari obat antivirus serta vaksin percobaan sebelumnya, kata studi tersebut.

"Ini adalah pembukaan seluruh daerah baru ilmu pengetahuan," kata Dr. Seth F. Barkley, Presiden dan Kepala Pelaksana "International AIDS Vaccine Iniative", yang mendanai dan mengkoordinasikan penelitian itu, sebagaimana dilaporkan kantor berita resmi China, Xinhua.

Untuk menemukan antibodi yang menetralkan tersebut, para peneliti mengumpulkan contoh darah dari lebih 1.800 orang di Thailand, Australia dan Afrika yang telah terinfeksi HIV selama sedikitnya tiga tahun tanpa infeksi yang berlanjut jadi sakit parah

Orang-orang itu diduga sangat mungkin menghasilkan antibodi yang ikut-campur dalam perkembang-biakan virus tersebut.

Para peneliti itu akhirnya memisahkan dua antibodi, yang disebut PG9 dan PG16, dari seorang pasien berkebangsaan Afrika. Kedua antibodi tersebut mampu menghalangi kegiatan sebanyak tiga-perempat dari 162 rangkaian terpisah HIV mereka ujicoba lagi.

Para peneliti itu masih harus melewati jalan panjang untuk menghasilkan vaksin, tapi mereka mungkin telah memiliki peta jalan ke arah dihasilkannya satu vaksin.

.

Kata saya:
:)

Sumber: AntaraNews | Ilustrasi: AntaraNews
Read full story

Thursday, August 13, 2009

WHO: Sunat Efektif Cegah Penularan HIV/AIDS

Comments
Hasil penelitian di berbagai negara seperti Thailand, Filiphina dan Amerika Serikat, yang menunjukkan bahwa sunat atau disebut juga khitan (memotong kulit kulup di ujung kemaluan pria) efektif untuk mencegah penularan HIV/AIDS telah direkomendasikan oleh badan kesehatan dunia (WHO) untuk diimplementasikan di kawasan Asia-Pasifik.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Kongres Ke-9 ICAAP, Prof. Dr Zubairi Djoerban kepada wartawan yang meliput kegiatan kongres internasional tentang AIDS "International Congress on AIDS in Asia and the Pacific" (ICAAP) ke-sembilan yang berlangsung di Nusa Dua, Bali, Selasa, tanggal 9-13 Agustus dan diikuti 3.000 delegasi dari 65 negara.

Zubairi berpendapat bahwa implementasi sunat sebagai salah satu cara pencegahan HIV/AIDS di kawasan Asia-Pasifik menjadi hal terpenting di masa depan.

"Walaupun hal tersebut telah dibuktikan secara ilmiah, namun dalam implementasinya masih terbentur pada masalah SARA. Bagaimana dengan agama? Inilah yang menjadi tantangan," katanya sambil mencontohkan bahwa di Filipina, walaupun mayoritas masyarakatnya Kristen, tetapi semua disunat, kemudian Amerika Serikat hampir 80 persen penduduknya juga sunat.

Ia menyampaikan secara umum negara-negara kawasan Asia-Pasifik dalam kongres di Bali kali ini telah menyetujui penerapan sunat sebagai salah satu cara pencegahan HIV/AIDS. Namun implementasi sunat diserahkan pada kebijakan masing-masing negara, sebab hal itu bersifat rekomendasi.

Menurutnya yang juga penting untuk diaplikasikan kedepan adalah mewujudkan universal akses bagi orang dengan HIV/AIDS (ODHA), salah satunya adalah akses kesehatan.

Sebelumnya kondom menjadi salah satu cara pencegahan penularan HIV/AIDS, namun dari hasil studi Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) menunjukkan kesadaran penggunaan kondom pada kelompok beresiko cukup rendah. Kondisi ini dibuktikan dengan tingkat kesadaran penggunaan kondom pada pelanggan pekerja seks di Indonesia hanya mencapai 30 persen. Selain itu juga kondom tidak selalu tersedia di tempat orang yang membutuhkan.

Guna menanggulangi keterbatasan ketersedian kondom, Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) menargetkan untuk mendistribusikan kondom gratis di 12 provinsi di Indonesia. Di antaranya Sumatera Utara, Sumatra selatan, Riau, Papua dan Bali.

Ilustrasi: kabarindonesia.com

Kata saya:
Penting juga untuk tidak mempraktekkan seks bebas bos...!

Sumber: Antara News
Read full story

Thursday, August 6, 2009

Mbah Surip Meninggal Karena Berpola Hidup Tak Sehat

Comments

Kematian memang bukan sesuatu yang bisa ditolak ataupun diperlambat kedatangannya, karena sudah menjadi ketetapan Yang Maha Kuasa. Walaupun demikian, kita sebagai manusia diwajibkan untuk selalu menjaga kesehatan tubuh, salah satunya dengan menjalankan pola hidup sehat.

Mbah Surip, penyanyi yang belum lama ini menjadi begitu terkenal, secara tiba-tiba dikabarkan meninggal dunia. Menurut perkiraan, penyebab kematiannya adalah gagal jantung.

Kematian Mbah Surip tersebut menambah panjang daftar artis yang meninggal akibat gagal jantung. Pemicu utama terjadinya malfungsi jantung secara mendadak itu adalah pola hidup tak sehat.

Konsumsi kopi kental tanpa jeda, merokok, kurang istirahat, dan kurang olahraga adalah cerminan pola hidup tak sehat yang diterapkan Mbah Surip.

"Ini sebagai pelajaran, kalau pola hidup Mbah Surip tidak sehat," kata dokter spesialis penyakit dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Ari Fahrial Syam, saat memberikan keterangan pers 'Misteri Meninggalnya Mbah Surip' di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Rabu, 5 Agustus.

Menilik sejumlah kasus kematian artis di masa lalu, terjadi kemiripan pola. Hampir seluruh artis yang meninggal akibat gagal jantung menerapkan pola hidup tak sehat. "Seperti Haji Benyamin, Basuki, dan Gombloh," ujarnya.

Mereka adalah perokok aktif, gemar minum kopi secara berlebihan, makan makanan berkolesterol, kurang olahraga, dan suka begadang. "Ada kemiripannya yaitu pola hidup tidak sehat," kata dr Ari.

Mbah Surip meninggal dalam perjalanan ke Rumah Sakit Pusat Pendidikan Kesehatan Kramatjati, Jakarta Timur. Sebelum meninggal Mbah Surip sempat mengeluarkan liur berbusa dari mulutnya. Kata dr Ari, itu salah satu indikasi malfungsi jantung yang dialami seorang perokok berat.

Kata saya:
Semoga kita bisa menjalankan pola hidup sehat.
Memang mungkin berat buat sebagian orang, tapi harus diusahakan :D
Selamat jalan Mbah Surip, we love you full...

Sumber: VivaNews
Read full story

Monday, August 3, 2009

Dua Opsi Buat Prita: Banding Ke MA atau Lanjutkan Sidang

Comments

Prita Mulyasari, seorang ibu yang sedang terjerat kasus hukum akibat dugaan pencemaran nama baik yang dilakukannya terhadap Rumah Sakit Omni Internasional, akan kembali menjalani proses pengadilan.

Kuasa hukum Prita Mulyasari telah menerima salinan putusan Pengadilan Tinggi Banten yang mengabulkan gugatan banding jaksa untuk membatalkan penghentian kasus kliennya.

"Kami mendapat kabar dari Pengadilan Negeri Tangerang untuk menerima salinan putusannya Jumat malam," kata Slamet Yuwono, kuasa hukum Prita dari kantor pengacara OC Kaligis, Senin 3 Agustus 2009.

Terbitnya surat putusan bernomor 95/PID/2009/PT.BTN itu secara otomatis akan menyeret Prita kembali ke meja persidangan. Prita akan berhadapan kembali dengan dakwaan jaksa atas kasus dugaan pencemaran nama baik terhadap Rumah Sakit Omni Internasional Alam Sutera.

Prita akan kembali menghadapi jeratan pasal berlapis, yaitu Pasal 310 KUHP tentang pencemaran nama baik dengan ancaman hukuman 1,4 tahun penjara, Pasal 311 KUHP tentang pencemaran nama baik secara tertulis dengan ancaman 4 tahun penjara, serta Pasal 27 Ayat 3 UU ITE dengan ancaman 6 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar.

Slamet mengatakan, kuasa hukum belum mengambil langkah hukum terkait putusan itu. Ia akan berkonsultasi dengan OC Kaligis selaku ketua pengacara, juga Syamsu Anwar, kuasa hukum Prita lainnya.

Prita memang tidak punya banyak pilihan. Sang pengacara menuturkan bahwa ada dua opsi yang bisa dipilih.

Pertama, mengajukan banding ke Mahkamah Agung(MA). Pengajuan banding ke Mahkamah Agung itu dilakukan sembari mengantungkan dulu pokok perkara di Pengadilan Negeri Tanggerang.

Kedua, mengikuti keputusan Pengadilan Tinggi Banten untuk melanjutkan sidang. Dengan memilih pilihan kedua, itu berarti Prita akan bertarung di pokok perkara.

Pilihan mana pun yang diambil Prita sejumlah kuasa hukumnya berjanji akan sekuat tenaga membelanya.

Kata saya:
Semoga kebenaran menjadi pemenangnya

Sumber: VivaNews
Read full story

Wednesday, July 15, 2009

WHO: Flu Babi Tak Bisa Dihentikan!

Comments
Dengan menyatakan virus baru H1N1 "tidak bisa dihentikan," Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) membuka peluang kepada produsen farmasi untuk memproduksi vaksin anti pandemik influenza, seraya menyatakan para pekerja kesehatan harus menjadi prioritas pertama.

Setiap negara perlu memvaksinasi warganya dari virus flu babi dan harus menentukan siapa lagi yang diprioritaskan setelah perawat, dokter dan teknisi, kata Dr. Marie-Paule Kieny, Direktur Prakarsa Riset Vaksin, WHO.

Sejumlah laporan menunjukkan virus baru ini menyerang manusia dengan cara yang berbeda dari flu musiman, menimpa kalangan muda usia, orang-orang dewasa berperawakan gendut yang tampak sehat, dan membuat penyakit menyebar hingga ke paru-paru.

Kepada wartawan, Kieny mengungkapkan sejumlah penemuan dari Kelompok Penasehat Strategis Pakar Imunisasi WHO yang disingkat SAGE.

"Komite ini telah memastikan pandemik H1N1 tak bisa dihentikan dan oleh karena itu semua negara memerlukan akses untuk mendapatkan vaksinnya," kata Kieney.

"SAGE menilai para pekerja kesehatan adalah yang harus pertama kali diimunisasi oleh semua negara, dalam upaya mencegah sistem kesehatan tetap berfungsi, begitu virus berkembang," tambahnya.

Setelah itu, setiap negara harus memutuskan siapa prioritas berikutnya, berdasarkan prilaku virus yang tidak biasa.

Flu musiman ini sendiri sudah cukup mematikan dimana setiap tahun 250.000 - 500.000 orang mati karenanya di seluruh dunia. Tetapi yang meninggal dunia kebanyakan orang tua atau mereka yang sudah mengidap penyakit kronis yang membuat mereka lebih rentan dari serangan flu, seperti asma.

Namun, untuk virus H1N1, orang tua tampak memiliki kekebalan ekstra yang merupakan gabungan dua virus flu babi yang salah satu darinya mengandung materi genetis dari burung dan manusia.

Virus ini adalah kerabat jauh dari virus H1N1 yang menyebabkan pandemik tahun 1918 hingga membunuh 50 juta dari 100 juta orang penderitanya.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Nature, Senin, mengonfirmasikan bahwa darah orang yang dilahirkan sebelum tahun 1920 memiliki antibodi tahun 1918 yang menunjukkan sistem kekebalan tubuh mereka akan menjejak lagi infeksi semasa kecilnya.

Penelitian dari Dr. Yoshihiro Kawaoka juga mendukung studi lainnya bahwa virus H1N1 baru ini tidak berkembang dalam hidung atau tenggorokan, seperti kebanyakan virus flu biasa.

"Virus H1N1 secara signifikan menyesuaikan diri lebih dalam di paru-paru," kata Kawaoka. Sementara, sejumlah studi lainnya memperlihatkan virus ini dapat menyebabkan efek ke saluran pencernaan (gastrointestinal), dan menyasar orang yang mengira dirinya baik-baik saja.

"Kegemukan diteliti menjadi salah satu faktor risiko bagi reaksi yang lebih ganas dari virus H1N1 yang tiak pernah dirasakan sebelumnya ini," tambah Kieny.

Belum jelas apakah orang gemuk yang tidak didiagnosis menghadapi masalah kesehatan akan terlihat mudah terserang virus, atau apakah kegemukan itu sendiri termasuk risiko.

Hari Jumat, sebuah tim dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) dan Universitas Michigan melaporkan bahwa sembilan dari sepuluh pasien yang dirawat di ruang perawatan intensif adalah orang-orang gemuk. Mereka ini juga menderita gejala yang tidak biasa berupa menggumpalnya darah di paru-paru dan mengalami kegagalan organ yang kompleks. Tak seorang pun dari kesembilan orang itu tersembuhan dimana tiga diantaranya meninggal dunia.

CDC menaksir di AS saja sekurang-kurangnya sejuta orang terinfeksi virus ini, namun klinik di seluruh pelosok negeri telah diimbau untuk tidak menguji pasien sehingga jumlah pasti kasus flu babi menjadi mustahil diperoleh. AS telah mendokumentasikan 211 kematian, sementara awal pekan lalu WHO mencatat 429 kematian.

Kieny mengatakan, WHO akan berupaya mendapatkan sampel virus yang lebih pantas untuk perusahaan-perusahaan farmasi pembuat vaksin. Dia mengatakan virus yang telah terdistribusi ternyata tidak berkembang baik dalam telur ayam yang biasa menjadi bahan semua vaksin flu.

Satu kekecualian adalah MedImmune dari AstraZeneca yang berhasil mengembangkan vaksin hidup yang menyembur dari hidung dan lebih mudah diproduksi, kata Kieny.

WHO mengatakan semua negara harus melanjutkan program vaksinasi mereka guna melawan flu musiman. Kieny mengatakan virus musiman H3N2 kini juga menjadi sangat aktif di sepanjang musim dingin di bagian selatan Bumi.

Sanofi-Aventis, Novartis, Baxter, Nobilon dari Schering-Plough, GlaxoSmithKline, Solvay, CSL dan MedImmune adalah beberapa perusahaan yang sedang mengembangkan vaksin flu babi.

Kata saya:
Wow, mudah-mudahan ini bukan tanda menyerah :y
Ayo kamu bisa, lanjutkan! *llooohh* :lol:

Sumber: Antara News

.
Read full story

Wednesday, July 1, 2009

Beberapa Hal Unik Tentang Alat Vital Pria

Comments
Berikut ini adalah beberapa hal unik tentang penis (alat vital pria) menurut Mike Zimmerman dari Menshealth Jerman.

1. Merokok bisa memperpendek ukuran penis beberapa centimeter.
Hal ini karena merokok bisa menyebabkan pembuluh darah mengerut. Sementara itu zat racun dalam rokok juga membuat pembuluh darah mengeras, kaku, dan menyempit sehingga peredaran darah ke testis sebagai tempat produksi sperma terganggu. Kondisi ini akan mempengaruhi kualitas sperma yang dihasilkan, bahkan saat ereksi tak akan bertahan lama.

2. Pria tampan punya sperma lebih sehat.
Dalam salah satu risetnya, para peneliti dari University of Valencia Spanyol menunjukkan foto-foto pria yang memiliki kualitas sperma dengan kualitas baik, sedang dan buruk, dan meminta para responden (wanita) untuk memilih foto pria yang paling tampan. Hasilnya mayoritas wanita lebih memilih foto pria dengan wajah tampan dan maskulin, dan terbukti memang para pria tersebut memiliki kualitas sperma yang lebih sehat dibanding pria lainnya.

3. Pria yang sudah dikhitan memiliki risiko lebih rendah tertular virus HIV.
Studi yang dilakukan Bertrand Auvert dari National Agency for AIDS Research, Prancis, di Afrika antara 2002 dan 2005 menyebutkan hal tersebut.

4. Semakin panjang penis, semakin banyak cairan sperma yang dihasilkan.
Dalam studi yang dilakukan State University of New York yang menggunakan penis buatan menyebutkan semakin panjang penis semakin banyak cairan sperma yang mereka hasilkan dan meningkatkan kepuasan pasangan.

5. Foreskin sedang dikembangkan menjadi kulit untuk korban luka bakar.
Saat ini para dokter mengembangkan kulit untuk korban luka bakar yang dikembangkan dari foreskin (kulup atau kulit yang menutupi ujung penis).

6. Ejakulasi tidak dipengaruhi otak, melainkan reaksi otomatis dari syaraf di tulang belakang.
Otak tak dibutuhkan untuk ejakulasi, karena reaksi tersebut otomatis datang dari syaraf pada tulang belakang yang diteruskan ke otak. Namun ejakulasi juga dipengarugi kondisi tubuh dan pola hidup.

7. Posisi klimaks pada pria terjadi sekitar 2 menit 5 detik.
Para peneliti Jerman mengatakan rata-rata hubungan seksual bertahan di posisi klimaks sekitar 2 menit 5 detik pada pria, dan 5 menit 30 detik pada wanita.

8. Rata-rata orgasme pada pria bertahan sampai enam detik.
Sementara pada wanita sekitar 23 detik. Jika wanita menginginkan kesetaraan ini artinya pria bisa mengalami orgasme selama empat kali dibanding wanita.

Sumber: Forum Plasa.com

Read full story

Friday, June 26, 2009

Pertolongan Pertama Menghadapi Cardiac Arrest (Penyebab Kematian Michael Jackson)

Comments
KOMPAS.com — Ibarat tamu tak diundang, serangan jantung bisa datang kapan saja tanpa ataupun dengan keluhan klinis. Demikian pula yang dialami oleh "King of Pop", Michael Jackson, yang dilaporkan meninggal dunia karena cardiac arrest (jantung mendadak berhenti berdenyut).

Seperti dilaporkan oleh berbagai media, pihak Jackson sempat menelepon 911 karena tiba-tiba Jackson tak bisa bernapas. Pertolongan napas buatan (cardiopulmonary resuscitation/CPR) telah dilakukan dan dia sempat dilarikan ke UCLA Medical Center. Sayang, nyawanya tak sempat tertolong.

Pada kasus cardiac arrest, jantung berhenti menjalankan tugasnya. Menurut Douglas Zipes, MD, mantan Presiden The American College of Cardiology, cardiac arrest tidak sama dengan serangan jantung, tetapi cardiac arrest juga bisa terjadi karena serangan jantung.

Berdasarkan data American Heart Association, 90 persen kasus cardiac arrest terjadi akibat penyumbatan pada sekurang-kurangnya dua cabang arteri koroner. "Cardiac arrest adalah gangguan pada ritme jantung saat bilik jantung, yakni ventricles, berdenyut terlalu cepat dan tidak teratur, yakni 4-600 kali per menit," kata Zipes.

Penyebabnya adalah kekacuan arus listrik jantung. Akibatnya, dinding bilik jantung hanya bergetar dan tidak mampu memompa darah sehingga terjadi kegagalan organ-organ vital. Kekacauan arus listrik pada jantung, menurut Zipes, disebut juga dengan ventricular fibrillation.

Berikut ini adalah pertolongan pertama yang bisa dilakukan ketika mendapatkan seseorang yang mengalami cardiac arrest:

CPR atau teknik pemulihan denyut jantung dan pernapasan merupakan tindakan pertama untuk memulihkan irama dan frekuensi normal bilik jantung. Bila belum menguasai CPR, pertolongan pertama pada cardiac arrest adalah menekan tulang dada sedalam lima sentimeter (pada orang dewasa) sebanyak seratus kali per menit. Namun, jantung harus segera mendapat alat kejut listrik yang disebut dengan defibrillator yang biasanya hanya ada di rumah sakit.


Menurut Zipes, 30-50 persen pasien cardiac arrest tidak mengalami gejala gangguan jantung. "Anda bisa saja tak pernah merasa sakit di bagian dada, sulit bernapas, atau napas pendek-pendek. Intinya, tak ada tanda-tanda bahaya yang dialami," katanya seperti dikutip situs WebMD.

Mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung atau ada anggota keluarga yang pernah meninggal mendadak perlu mewaspadai terjadinya cardiac arrest. Upaya pencegahan lain adalah dengan menjalankan gaya hidup sehat dan rutin berolahraga.


Sumber: Kompas.com

Read full story

Thursday, June 25, 2009

Kuping Kanan Manusia Lebih Baik Daripada Kuping Kiri

Comments
Para peneliti mengatakan jika anda ingin seseorang berbuat sesuatu, minta lewat telinga kanan.

Para peneliti Italia menemukan bahwa orang lebih bagus memproses informasi jika permintaan diajukan lewat kuping kanan dalam tiga kali uji coba terpisah.

Mereka meyakini hal itu disebabkan karena sisi kiri otak, yang memang lebih baik dalam memproses permintaan, menerima informasi dari kuping kanan.

Penemuan ini dilaporkan dalam jurnal online Naturwissenschaffen.

Dalam penelitian pertama, 286 pengunjung klub dansa diamati saat berbincang sementara musik keras dimainkan.

Secara keseluruhan 72 persen interaksi terjadi di sisi kanan pendengaran.

Dalam penelitian kedua, peneliti mendekati 160 pengunjuk klub musik, embisikkan kata-kata yang tak bermakna dan menunggu sampel menolehkan kepala untuk menawarkan kuping kiri atau kanan.

Mereka kemudian meminta sebatang rokok.

Secara keseluruhan 58% menawarkan kuping kanan kepada peneliti dan 42% menawarkan kuping kiri.

Dalam penelitian ketiga, para peneliti dengan sengaja berbicara ke 176 pengunjung klub musik lewat kuping kanan atau kuping kiri saat meminta rokok.

Para peneliti yang berbicara ke kuping kanan mendapat lebih banyak rokok dari sebaliknya.

Otak

Para peneliti berkesimpulan: "Berbicara ke kuping kanan berarti anda mengirim kata-kata ke bagian otak yang agak lebih sensitif.

"Kesimpulan ini tampaknya sejalan dengan hipotes mengenai spesialisasi bagian otak kanan dan kiri."

Professor Shopie Scott dari Institut Ilmu syaraf Cognitif di Universitas College London sepakat dengan kesimpulan itu.

"Sebagian besar orang memproses perkataan dan bahasa di bagian kiri otak dan meski tidak selalu begitu, yang terjadi di telinga kanan diproses oleh sisi kiri otak.

"Sisi lain otak lebih terlibat dalam kegiatan seperti menterjemahkan esmosi dan itu sebabnya ada penemuan seperti itu.

"Kita juga bisa melihat kencenderungan ini saat orang mempergunakan telepon, sebagian besar secara alami akan menempelkan alat itu di telinga kanan."


Sumber: BBC Indonesia

Read full story

Wednesday, June 3, 2009

Tulisan Prita Mulyasari Di Suara Pembaca

Comments
Berikut ini adalah tulisan Ibu Prita Mulyasari, seorang mantan pasien RS. Omni International, seperti yang dimuat di Suara Pembaca situs Detik.com


Sabtu, 30/08/2008 11:17 WIB
RS Omni Dapatkan Pasien dari Hasil Lab Fiktif
Prita Mulyasari - suaraPembaca

Jakarta - Jangan sampai kejadian saya ini akan menimpa ke nyawa manusia lainnya. Terutama anak-anak, lansia, dan bayi. Bila anda berobat berhati-hatilah dengan kemewahan rumah sakit (RS) dan title international karena semakin mewah RS dan semakin pintar dokter maka semakin sering uji coba pasien, penjualan obat, dan suntikan.

Saya tidak mengatakan semua RS international seperti ini tapi saya mengalami kejadian ini di RS Omni International. Tepatnya tanggal 7 Agustus 2008 jam 20.30 WIB. Saya dengan kondisi panas tinggi dan pusing kepala datang ke RS OMNI Internasional dengan percaya bahwa RS tersebut berstandard International, yang tentunya pasti mempunyai ahli kedokteran dan manajemen yang bagus.

Saya diminta ke UGD dan mulai diperiksa suhu badan saya dan hasilnya 39 derajat. Setelah itu dilakukan pemeriksaan darah dan hasilnya adalah thrombosit saya 27.000 dengan kondisi normalnya adalah 200.000. Saya diinformasikan dan ditangani oleh dr Indah (umum) dan dinyatakan saya wajib rawat inap. dr I melakukan pemeriksaan lab ulang dengan sample darah saya yang sama dan hasilnya dinyatakan masih sama yaitu thrombosit 27.000.

dr I menanyakan dokter specialist mana yang akan saya gunakan. Tapi, saya meminta referensi darinya karena saya sama sekali buta dengan RS ini. Lalu referensi dr I adalah dr H. dr H memeriksa kondisi saya dan saya menanyakan saya sakit apa dan dijelaskan bahwa ini sudah positif demam berdarah.

Mulai malam itu saya diinfus dan diberi suntikan tanpa penjelasan atau izin pasien atau keluarga pasien suntikan tersebut untuk apa. Keesokan pagi, dr H visit saya dan menginformasikan bahwa ada revisi hasil lab semalam. Bukan 27.000 tapi 181.000 (hasil lab bisa dilakukan revisi?). Saya kaget tapi dr H terus memberikan instruksi ke suster perawat supaya diberikan berbagai macam suntikan yang saya tidak tahu dan tanpa izin pasien atau keluarga pasien.

Saya tanya kembali jadi saya sakit apa sebenarnya dan tetap masih sama dengan jawaban semalam bahwa saya kena demam berdarah. Saya sangat khawatir karena di rumah saya memiliki 2 anak yang masih batita. Jadi saya lebih memilih berpikir positif tentang RS dan dokter ini supaya saya cepat sembuh dan saya percaya saya ditangani oleh dokter profesional standard Internatonal.

Mulai Jumat terebut saya diberikan berbagai macam suntikan yang setiap suntik tidak ada keterangan apa pun dari suster perawat, dan setiap saya meminta keterangan tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Lebih terkesan suster hanya menjalankan perintah dokter dan pasien harus menerimanya. Satu boks lemari pasien penuh dengan infus dan suntikan disertai banyak ampul.

Tangan kiri saya mulai membengkak. Saya minta dihentikan infus dan suntikan dan minta ketemu dengan dr H. Namun, dokter tidak datang sampai saya dipindahkan ke ruangan. Lama kelamaan suhu badan saya makin naik kembali ke 39 derajat dan datang dokter pengganti yang saya juga tidak tahu dokter apa. Setelah dicek dokter tersebut hanya mengatakan akan menunggu dr H saja.

Esoknya dr H datang sore hari dengan hanya menjelaskan ke suster untuk memberikan obat berupa suntikan lagi. Saya tanyakan ke dokter tersebut saya sakit apa sebenarnya dan dijelaskan saya kena virus udara. Saya tanyakan berarti bukan kena demam berdarah. Tapi, dr H tetap menjelaskan bahwa demam berdarah tetap virus udara. Saya dipasangkan kembali infus sebelah kanan dan kembali diberikan suntikan yang sakit sekali.

Malamnya saya diberikan suntikan 2 ampul sekaligus dan saya terserang sesak napas selama 15 menit dan diberikan oxygen. Dokter jaga datang namun hanya berkata menunggu dr H saja.

Jadi malam itu saya masih dalam kondisi infus. Padahal tangan kanan saya pun mengalami pembengkakan seperti tangan kiri saya. Saya minta dengan paksa untuk diberhentikan infusnya dan menolak dilakukan suntikan dan obat-obatan.

Esoknya saya dan keluarga menuntut dr H untuk ketemu dengan kami. Namun, janji selalu diulur-ulur dan baru datang malam hari. Suami dan kakak-kakak saya menuntut penjelasan dr H mengenai sakit saya, suntikan, hasil lab awal yang 27.000 menjadi revisi 181.000 dan serangan sesak napas yang dalam riwayat hidup saya belum pernah terjadi. Kondisi saya makin parah dengan membengkaknya leher kiri dan mata kiri.

dr H tidak memberikan penjelasan dengan memuaskan. Dokter tersebut malah mulai memberikan instruksi ke suster untuk diberikan obat-obatan kembali dan menyuruh tidak digunakan infus kembali. Kami berdebat mengenai kondisi saya dan meminta dr H bertanggung jawab mengenai ini dari hasil lab yang pertama yang seharusnya saya bisa rawat jalan saja. dr H menyalahkan bagian lab dan tidak bisa memberikan keterangan yang memuaskan.

Keesokannya kondisi saya makin parah dengan leher kanan saya juga mulai membengkak dan panas kembali menjadi 39 derajat. Namun, saya tetap tidak mau dirawat di RS ini lagi dan mau pindah ke RS lain. Tapi, saya membutuhkan data medis yang lengkap dan lagi-lagi saya dipermainkan dengan diberikan data medis yang fiktif.

Dalam catatan medis diberikan keterangan bahwa bab (buang air besar) saya lancar padahal itu kesulitan saya semenjak dirawat di RS ini tapi tidak ada follow up-nya sama sekali. Lalu hasil lab yang diberikan adalah hasil thrombosit saya yang 181.000 bukan 27.000.

Saya ngotot untuk diberikan data medis hasil lab 27.000 namun sangat dikagetkan bahwa hasil lab 27.000 tersebut tidak dicetak dan yang tercetak adalah 181.000. Kepala lab saat itu adalah dr M dan setelah saya komplain dan marah-marah dokter tersebut mengatakan bahwa catatan hasil lab 27.000 tersebut ada di Manajemen Omni. Maka saya desak untuk bertemu langsung dengan Manajemen yang memegang hasil lab tersebut.

Saya mengajukan komplain tertulis ke Manajemen Omni dan diterima oleh Og(Customer Service Coordinator) dan saya minta tanda terima. Dalam tanda terima tersebut hanya ditulis saran bukan komplain. Saya benar-benar dipermainkan oleh Manajemen Omni dengan staff Og yang tidak ada service-nya sama sekali ke customer melainkan seperti mencemooh tindakan saya meminta tanda terima pengajuan komplain tertulis.

Dalam kondisi sakit saya dan suami saya ketemu dengan Manajemen. Atas nama Og (Customer Service Coordinator) dan dr G (Customer Service Manager) dan diminta memberikan keterangan kembali mengenai kejadian yang terjadi dengan saya.

Saya benar-benar habis kesabaran dan saya hanya meminta surat pernyataan dari lab RS ini mengenai hasil lab awal saya adalah 27.000 bukan 181.000. Makanya saya diwajibkan masuk ke RS ini padahal dengan kondisi thrombosit 181.000 saya masih bisa rawat jalan.

Tanggapan dr G yang katanya adalah penanggung jawab masalah komplain saya ini tidak profesional sama sekali. Tidak menanggapi komplain dengan baik. Dia mengelak bahwa lab telah memberikan hasil lab 27.000 sesuai dr M informasikan ke saya. Saya minta duduk bareng antara lab, Manajemen, dan dr H. Namun, tidak bisa dilakukan dengan alasan akan dirundingkan ke atas (Manajemen) dan berjanji akan memberikan surat tersebut jam 4 sore.

Setelah itu saya ke RS lain dan masuk ke perawatan dalam kondisi saya dimasukkan dalam ruangan isolasi karena virus saya ini menular. Menurut analisa ini adalah sakitnya anak-anak yaitu sakit gondongan namun sudah parah karena sudah membengkak. Kalau kena orang dewasa laki-laki bisa terjadi impoten dan perempuan ke pankreas dan kista.

Saya lemas mendengarnya dan benar-benar marah dengan RS Omni yang telah membohongi saya dengan analisa sakit demam berdarah dan sudah diberikan suntikan macam-macam dengan dosis tinggi sehingga mengalami sesak napas. Saya tanyakan mengenai suntikan tersebut ke RS yang baru ini dan memang saya tidak kuat dengan suntikan dosis tinggi sehingga terjadi sesak napas.

Suami saya datang kembali ke RS Omni menagih surat hasil lab 27.000 tersebut namun malah dihadapkan ke perundingan yang tidak jelas dan meminta diberikan waktu besok pagi datang langsung ke rumah saya. Keesokan paginya saya tunggu kabar orang rumah sampai jam 12 siang belum ada orang yang datang dari Omni memberikan surat tersebut.

Saya telepon dr G sebagai penanggung jawab kompain dan diberikan keterangan bahwa kurirnya baru mau jalan ke rumah saya. Namun, sampai jam 4 sore saya tunggu dan ternyata belum ada juga yang datang ke rumah saya. Kembali saya telepon dr G dan dia mengatakan bahwa sudah dikirim dan ada tanda terima atas nama Rukiah.

Ini benar-benar kebohongan RS yang keterlaluan sekali. Di rumah saya tidak ada nama Rukiah. Saya minta disebutkan alamat jelas saya dan mencari datanya sulit sekali dan membutuhkan waktu yang lama. LOgkanya dalam tanda terima tentunya ada alamat jelas surat tertujunya ke mana kan? Makanya saya sebut Manajemen Omni pembohon besar semua. Hati-hati dengan permainan mereka yang mempermainkan nyawa orang.

Terutama dr G dan Og, tidak ada sopan santun dan etika mengenai pelayanan customer, tidak sesuai dengan standard international yang RS ini cantum.

Saya bilang ke dr G, akan datang ke Omni untuk mengambil surat tersebut dan ketika suami saya datang ke Omni hanya dititipkan ke resepsionis saja dan pas dibaca isi suratnya sungguh membuat sakit hati kami.

Pihak manajemen hanya menyebutkan mohon maaf atas ketidaknyamanan kami dan tidak disebutkan mengenai kesalahan lab awal yang menyebutkan 27.000 dan dilakukan revisi 181.000 dan diberikan suntikan yang mengakibatkan kondisi kesehatan makin memburuk dari sebelum masuk ke RS Omni.

Kenapa saya dan suami saya ngotot dengan surat tersebut? Karena saya ingin tahu bahwa sebenarnya hasil lab 27.000 itu benar ada atau fiktif saja supaya RS Omni mendapatkan pasien rawat inap.

Dan setelah beberapa kali kami ditipu dengan janji maka sebenarnya adalah hasil lab saya 27.000 adalah fiktif dan yang sebenarnya saya tidak perlu rawat inap dan tidak perlu ada suntikan dan sesak napas dan kesehatan saya tidak makin parah karena bisa langsung tertangani dengan baik.

Saya dirugikan secara kesehatan. Mungkin dikarenakan biaya RS ini dengan asuransi makanya RS ini seenaknya mengambil limit asuransi saya semaksimal mungkin. Tapi, RS ini tidak memperdulikan efek dari keserakahan ini.

Sdr Og menyarankan saya bertemu dengan direktur operasional RS Omni (dr B). Namun, saya dan suami saya sudah terlalu lelah mengikuti permainan kebohongan mereka dengan kondisi saya masih sakit dan dirawat di RS lain.

Syukur Alhamdulilah saya mulai membaik namun ada kondisi mata saya yang selaput atasnya robek dan terkena virus sehingga penglihatan saya tidak jelas dan apabila terkena sinar saya tidak tahan dan ini membutuhkan waktu yang cukup untuk menyembuhkan.

Setiap kehidupan manusia pasti ada jalan hidup dan nasibnya masing-masing. Benar. Tapi, apabila nyawa manusia dipermainkan oleh sebuah RS yang dipercaya untuk menyembuhkan malah mempermainkan sungguh mengecewakan.

Semoga Allah memberikan hati nurani ke Manajemen dan dokter RS Omni supaya diingatkan kembali bahwa mereka juga punya keluarga, anak, orang tua yang tentunya suatu saat juga sakit dan membutuhkan medis. Mudah-mudahan tidak terjadi seperti yang saya alami di RS Omni ini.

Saya sangat mengharapkan mudah-mudahan salah satu pembaca adalah karyawan atau dokter atau Manajemen RS Omni. Tolong sampaikan ke dr G, dr H, dr M, dan Og bahwa jangan sampai pekerjaan mulia kalian sia-sia hanya demi perusahaan Anda. Saya informasikan juga dr H praktek di RSCM juga. Saya tidak mengatakan RSCM buruk tapi lebih hati-hati dengan perawatan medis dari dokter ini.

Salam,
Prita Mulyasari
Alam Sutera
prita.mulyasari@yahoo.com
081513100600



Read full story
 

Subscribe

ZonS Hot News
Add to Technorati Favorites Join My Community at MyBloglog! News & Media Blogs - Blog Catalog Blog Directory

Followers

Statistics








zonsNews © 2009 | Business Ads Ready is Designed by Ipiet Supported by Tadpole's Notez